Fish

Senin, 05 Desember 2011

KETELADANAN RASULULLAH S.A.W DALAM MEMBINA UMAT DI MADINAH


  1. SEJARAH DAKWAH RASULULLAH S.A.W PERIODE MADINAH

Selama 13 tahun nabi muhammad s.a.w melakukan dakwah di mekkah, karena mendapatkan tekanan serta penganiayaan kemudian rasulullah s.a.w dan para sahabatnya melakukan hijrah ke yatsrib (madinah).

Setelah berada di madinah rasulullah s.a.w melakukan langkah-langkah strategis antara lain sebagai berikut :
1.    Penataan persatuan umat islam
2.    penataan bidang politik dan pemerintah
3.    penataan persatuan warga bangsa madinah
4.    penanaman kebebasan sikap (toleransi) dalam beragama
5.    pembangunan dan pembinaan di bidang ekonomi dan perdagangan.

Setelah rasulullah tiba di madinah di sambut para sahabat, baik dari golongan ansor yang merindukan seorang pemimpin yang jujur dan adil, maupun dari golongan muhajirin yang terlebih dahulu hijrah ke tempat itu atas izin rasulullah s.a.w sendiri.

Rasulullah s.a.w menata persatuan umat islam  dengan mempersaudarakan dan mempersatukan setiap orang dari golongan muhajirin menjadi saudaranya setiap orang dari golongan ansor. Seperti abu bakar sidiq dari kaum muhajirin di persaudarakan dengan khadijah bin zuhair dari kaum ansor, ja’far bin abi talib di persaudarakan dengan mu’adz bin jabal, umar bin khatab dengan itban bin malik al khazraj dan abdurrahman bin auf dengan sa’ad bin ar-robbi.

Terjalinnya persatuan dan persauadaraan yang kuat di kalangan muslimin, rasulullah s.a.w mengambil langkah-langkah berikutnya, seperti penataan bidang pemerintahan dan perekonomian masyarakat. Umat islam di anjurkan agar bekerja keras dan mencari nafkah. Kaum ansor penduduk asli madinah peduli dan perhatian terhadap kaum muhajirin. Terlihat ketika kaum ansor menyediakan keperluan hidup kaum muhajirin. Seperti :
1.      tempat tinggal / rumah untuk berteduh
2.      keperluan sandang & pangan sehari-hari
3.      lapangan pekerjaan untuk mencari nafkah
4.      mencarikan & meminjamkan modal usaha bagi para wiraswasta
5.      membagi tanah & ladang untuk keperluan membangun rumah / bercocok tanam
6.      memberikan pelatihan cara-cara bercocok tanam
7.      membantu menyediakan bahan, baik untuk keperluan membangun rumah maupun pertanian & peternakan
8.      memberikan & mencarikan jodoh bagi yang belum berkeluarga

Terjadinya sikap persaudaraan & kesatuan umat islam dapat memudahkan terjadinya transaksi ekonomi antara satu dengan yang lainnya. 2 kelompok tersebut memiliki skill ekonomi berbeda. Kaum muhajirin mekkah mempunyai keahlian di bidang perdagangan & peternakan, sedangkan kaum ansor madinah mempunyai keahlian di bidang pertanian& perkebunan. Sehingga rasulullah memadukan 2 potensi ekonmi tersebut untuk membangkitkan ekonomi kaum muslimin pada waktu itu.
   
            Tingkat persaudaraan dan persatuan umat islam antara golongan muhajirin dan ansor telah terjalin sangat erat. Hati mereka terpaut menjadi satu oleh kaidah & keimanan yang tak dapat di pisahkan oleh suatu apapun. Saling “mencintai”, tolong- menolong & bantu- membantu dengan tulus & ikhlas.

Yang Artinya : Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung

Rasulullah s.a.w menganjurkan kaum muslimin tidak menjadi beban bagi yang lainnya. Kaum muhajirin yang terlalu lama menggantungkan pemberian kaum ansor. Mereka mengambil sikap dengan lapangan pekerjaan yang dipilihnya. Misal abdurrahman bin auf, usman bin affan & suhaib bin sinan memilih menjadi saudagar di pasar, abu bakar sidiq, umar bin kathab & sa’ad bin abi waqas memilih menjadi petani dan mu’adz bin jabal sebagai warga asli madinah mengajari mereka cara bercocok tanam. Rasulullah s.a.w memilih menjadi petani dengan membeli kebun milik para sahabat ansor.

            Ekonomi umat islam mulai bangkit dari berbagai sektor baik perdagangan, pertanian & jasa. Melihat perkembangan islam yang pesat di madinah, menimbulkan kaum kafir mekkah selalu melancarkan provokasi & hasutan, berusaha menghancurkan agama islam dan nabi membawanya  muhammad s.a.w.
            Sejarah perjuangan rasulullah s.a.w & para sahabat di madinah tercatat beberapa kali peperangan besar antara kaum muslimin dengan kaum kafir quraisy, kaum yahudi madinah di antaranya adalah :
a)      perang badar ( 17 ramadhan 2h / 3 januari 623M )
b)      perang uhud ( pertengahan sya’ban 3h / januari 625 M )
c)      perang kandhaq ( syawal 5h / maret 627 M )
d)      perang sawiq
e)      perang bani quraidzah

1. PERANG BADAR
            Perang badar terjadi pada tanggal 17 ramadhan tahun ke-2 hijriyah / 3 januari 623 M. Bertempat di perigi bernama badar antara mekkah dan madinah. Oleh sebab itu, peprangan tersebut di beri nama badar. Ketika kafilah perdagangan kaum kafir quraisy yang di pimpin abu sofyan bin harb melintasi ujung batas negeri madinah, rasulullah s.a.w menyiapkan pasukan islam sebanyak 313 orang untuk mencegatnya. Bendera perang di serahkan kepada mushab bin umair. Abu sufyan meminta bantuan abu jahal di mekkah dan di kirimlah kekuatan 1000 orang. Setelah pasukan kafir quraisy telah menuju desa badar maka pasukan islam menyongsongnya dan berkemah di dekat sumber air di desa badar.

Sebelum perang massal terjadi, terlebih dahulu pasukan kafir Quraisy menantang perang tanding satu lawan satu. Dengan semangat jiha yang tinggi, pasukan Islam segera meminta izin kepada Posulullah SAW agar untuk menjawabnya tantangan pasukan kafir. Rosulullah mengizinkan dan mengutus tiga orang perwiranya yang gagah perkasa, pemberani dan sangat kuat imannya, yaitu Hamzah bin Abdul Mutalib, Ali bin Abi Talib dan Ubaid dan Haritsah. Sedangkan dari pihak kafir Quraisy mengutus perwiranya, yaitu Utba bin Rabia, Syaiba saudaranya Utba dan Walid Bin Utba (anaknya).

Perang tanding pun dimulai, hanya dalam hitungan detik Hamzah bin abdul mutalib dapat menebas leher Syaiba hingga tewas. Begitu juga Ali bin Abi Talib juga dapat membunuh Walid bin Utba dengan sekejab, sedangkan Ubaid bin haritsah tampak saling melukai, namun menyaksikan saudaranya terdesak, Hamzah bin Abdul Mutalib segera menebaskan pedangnya ke leher Utba hingga tewas.

Menyaksikan perwiranya pilihannya terbunuh, Abu Sufyan segera menyerukan komandonya untuk menyerang kaum muslimin. Sedangkan dipihak muslim, Rosulullah SAW masih tampak khawatir melihat pasukan musuh yang begitu besar jumlahnya. Namun Allah SWT tidak akan membiarkan utusannya dalam kecemasan, maka segeralah diturunkan wahyu untuk meyakinkan hati Nabi Muhammad SAW yaitu firman Allah SWT :
Artinya : wahai Nabi (Muhammad), korbankanlah semangat para mukimin utnuk berperang. Jika ada 20 orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan 200 oarang musuh. Dan jika ada 200 orang (yang sabar) diantaramu, niscaya mereka dapat mengalahkan 1000 orang kafir, karena orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. “(QS. Al-Anfal : 65)”


Setelah mendapat wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW segeramengobarkan semangat jihad kepada pasukan Islam yang telah siaga menerima perintah dari beliau. Tidak ada sedikit pun perasaan takut dan bimbang dalam pasukan muslim, sebaliknya jiwa mereka dipenuhi dengan semangat jihad membela agama Allah dan Rosul-nya. Nabi segera memberikan komando perang dengan mengucapkan kalimat “Ahad, Ahad, Ahad.”

Mendengar komando Rouslullah SAW pasuka Islam segera berhamburan kemedan perang dengan gagah perkasa. Puluhan musuh terbubuh dengan sabetan pedang Hamzah bi Abdul Mutalib (Paman Nabi), puluhan lainnya tewas di tangan Ali bin Abi Talib , pemuda muslim yang gagah dan pemberani, ahli strategi perang tanding. Sa’ad bin Abi Waqas sahabat senior, ahli pembidik panah m,endengar seruan Nabi ; “Bidikan anak panahmu hai Sa’ad, ibu Bapakmu menjadi jaminan bagimu.” Sa’ad teringat do’a Nabi kepadanya pada saat baru masuk Islam. “ Ya Allah, Tepatkanlah bidikan panahnya, dan kabulkanlah do’anya.” Maka menggelerolah semangat juang Sa’ad seketika, hampir tidak ada anak panah yang dilepasnya tanpa menewaskan musuh yang menjadi sasarannya.

            Nabi sendiri tidak hanya mengomando di belakang, beliau maju kedepan sambil menaburkan debu ke arah musuh, seraya berkata:”Hitamlah wajahmu”, kemudian memberi komando,”serbu...! pasukan islam terus berjuang dengan penuh semangat untuk membela dan mempertahankan agam islam. Rasulullah SAW juga terus menyemangati pasukannya dengan berulang-ulang membacakan ayat al-qur’an berikut:
Artinya: “...kelak akan aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka.” (QS. Al-Anfal:12)
           
Mendengar seruan rasulullah SAW itu, para sahabat berjuang dengan gigih dan pemberani, sehingga kemenangan dapat di raih dan korban dari pihak muslim dapat di tekan. P[asukan kafir yang sudah terdesak berlari kocar-kacir meninggalkan segala perbekalan yang dibawanya. M,ereka menderita kekalahan yang cukup parah, dan jumlah korbannya yang terbunuh cukup banyak, yakni 70 orang tewas termasuk Abu jahal dan 70 orang lainnya tertawan oleh pasukan islam, belum lagi korban luka yang jumlahnya ratusan. Sedangkan dari pihak muslim, 15 orang gugur sebagai syahid dan beberapa orang luka.
           
 Kemenangan perang badar itu, sebagai bukti keteguhan dan kekuatan iman kaum muslimindalam memperjuangkan agama Allah SWT yang pada gilirannya dapat mengharumkan nama umat islam dan kebesaran agama islam.

2. PERANG UHUD
            Perang uhud terjadi pada pertengahan bulan sya’ban tahun 3 hijriyah/bulan januari 625 M bertempat di kaki bukit uhud yang terletak di sebelah utara kota madinah.
           
Kekalahan perang badar, membuat pasukan kafir quraisy dendam kesumat. Mereka menyiapkan 3000 orang pasukan. Abbas bin abdul muthalib (paman nabi) yang waktu itu belum masuk islam khawatir akan keselamtan keponakannya (nabi muhammad SAW), kemudian mengutus kurir memberitahukan kepada nabi bahwa umat islam akan diserang.

            Nabi muhammad SAW bermusyawarah dengan para sahabat dan memutuskan untuk menghadapi pasukan kafir quraisy di luar kota madinah. Kaum muslimin dengan kekuatan 1000 orang di berangkatkan menuju bukit uhud. Namun sekitar 300 orang membelot menolak perang karena hasutan oleh seorang munafik abdullah bin ubay, sehingga tinggal 700 orang yang maju perang. Rasulullah SAW mengatur strategi dan taktik, dimana 50 orang ahli panah yang di pilih oleh abdullah ibu jarir di tempatkan di atas bukit dan berpesan agarb tidak meninggalkan bukit dalam kedaaan apapun sampai ada komando berikutnya. Pasukan berkuda di tempatkan di bawah bukit dengan siaga penuh.

            Seperti biasa, perang di mulai dengan duel satu lawan satu. Pihak musuh menampilkan empat bersaudara, yaitu talhah bin abi talhah, usman bin abi talhah, as’ad bin abi talhah, dan musami bin abi talhah. Sedangkan dari pihak muslimin hanya menampilkan dua perwira perkasa, yaitu ali bin abi talib dan hamzah bin abdul muthalib. Namun keempat musuh dari pihak kafir itu dapat di tumpas dengan mudah. Talhah dan as’ad terbunuh oleh hamzah, sedangkan usman dan musami tewas di tangan ali.

            Perang massal pun segera berkobar, pasukan muslim berjuang dengan gagah berani, banyak musuh yang terkapar oleh pedang kaum muslimin. Bahkan hanya dalam hitungan jam, pasukan muslimin merasa telah mendapat kemenangan dan mereka ingin segeramendapatkan harta rampasan yang ditinggalkan musuh, sehingga merreka lupa akan pesan rasulullah SAW agar tidak meninggalkan posko sebelum ada komando. Pasukan pemanah berhamburan turun kebawah turut mengumpulkan harta rampasan, sedangkan pada saat yang bersamaan, pasukan pemanah kafir yang di pimpin oleh khalid bin walid segera mengisi tempat yang ditinggalkan pasukan muslimin.

            Maka dalam waktu sekejap, pasukan kafir yang telah berada di posisi strategis dapat menghancurkan kaum muslimin yang sedang berebut harta ghanimah. Pasukan islam terjepit dan banyak syuhada yang berguguran.

            Di tengah hiruk pikuk peperangan, terdengar suara bahwa rasulullah SAW terbunuh yang dikumandangkan oleh pihak musuh, dengan maksud melemahkan mental pasukan islam. Rasulullah SAW sendiri memang sedang turut berkecamuk di kancah peperangan, beliau terdesak oleh musuh sehingga terjerembab ke dalam lubang. Nmaun pasukan islam yang bertugas melindungi keselamatan jiwa nabi seperti ali bin abi tholib. Abu dujanah, saad bin abi waqash dan umu umarah (pahlawan wanita yang setia membela nabi) segera sigap menolong beliau. Rasul pun dapat terselamatkan dan segera diserukan kepada kaum muslimin bahwa rasulullah SAW masih hidup.

            Perang terus berlangsung datanglah ubay bin khalaf sambil menghunus pedang hendak mencoba membunuh rasulullah SAW namun beliau segera sigap mengambil tindakan mempertahankan diri dengan menghujamkan pedangnya ke tubuh ubay bin khalaf hingga tewas. Itulah kali pertama dan terakhir musuh tewas di tengah beliau. Akibat perang yang tak terkendalikan, rasulullah SAW mendapat luka yang cukup parah di kening dan anggota tubuh lainnya, gigi gerahamnya patah dan banyak mengeluarkan darah.

             Peperangan di menangkan oleh pasukan kafir quraisy, kaum muslimin mangalami kekalahan yang cukup parah. Lebih dari 70 orang gugur sebagai syuhada dan puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Sedangkan pasukan kafir segera menarik diri dan beranjak menuju kampung halaman mereka di mekkah.

             Setelah peperangan mereda, kaum muslimin segera mengumpulkan jenazah para syuhada, satu persatu merreka di kenali identitasnya, kemudian di baringkan secara rapi dan berjejer. Rasulullah SAW segera memeriksa jenazah para sahabatnya yang gugur sebagai syuhada tersebut. Satu persatu di kenali wajahnya dan semuanya dalam kondisi mengenasakan, mereka dianiaya setelah tak berdaya, bahkan ada yang di rusak anggota tubuhnya setelah mereka mati. Hal itu terbukti dari pemeriksaan rasulullah SAW, ternyata ada jenazah kaum muslimin yang telah hilang telinganya, ada yang ususnya terburai, matanya di cukil dengan ujung pedang dan kekejian –kekejian lainnya.

            Lebih parah lagi ketika beliau menyaksikan jenazah pamannya, hamzah bin abi mutholib jenazah paman tercinta rasul itu sangat mengenasakan, usunya terburai jantung dan limpanya hilang di makan oleh hindun binti jahsyin istri abu sufyan, telinganya hancur, dan matanya dicungki pedang. Rasulullah SAW menangis meneteskan air mata, seraya bersabda:”seumur hidupku belum pernah bersedih dan semarah ini. Demi sekiranya nanti Allah memberi kemenangan kepaada kita, mereka akan kuperlakukan menurut cara yang belum pernah di perbuat oleh bangsa arab”.

            Kesedihan rasulullah SAW terhadap meninggalnya hamzah bin abdul muthalib adalah wajar,mengingat betapa besar keimanan dan kesetiaan hamzah membela agam Allah dan melindungi beliau. Semasa hidupnya, hamzah di kenal sebagai seorang yang gagah dan pemberani dalam membela kebenaran, sehingga rasulullah amat terkesan atas jasa baiknya. Kini orang yang di berinya julukan : singa Allah dan rasul-Nya, singa padang pasir, pembela kaumnya dan pedang agamanya itu telah tiada dan gugur dan sebagai syahid.

            Bagi rasulullah SAW hamzah adalah orang yang paling di hormatidan di cintainya. Sehingga kepergiannya ke alam baka sangat memukau jiwa beliau, jika tidak ada keimanan yang mendalam di lubuk hatinya, niscaya beliau tidak terima paman kesayangannya itu di bunuh secara sadis dan tidak berperikemanusiaan. Dalam hati beliau ingin rasanya membalaskan dendam terhadap orang-orang kafir biadab itu. Namun Allah SWT Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hamba-Nya, segeralah turun wahyu surat An-Nahl: 126-127 berikut:
Artinya: “Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang di timpakan kepadamu. Tapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang terbaik bagi orangyang sabar. Dan sabarlah (muhammad) dan kesabaranmu itu semata –mata dengan pertolongan allah, dan janganlah engkau bersedih hati terhadap kekafiran mereka dan jangan pula bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka  rencanakan.” (QS. An-Nahl: 126-127)

            Setelah menerima wahyu tersebut, semangat rasulullah SAW kembali bangkit dan keesokan harinya segera menyiapkan satu pasuakan yang langsung di bawah komando beliau. Rasulullah SAW dan kaum muslimin segera bangkit mengejar pasukan kafir yang di perkirakan masih ada di tengah perjalanan. Memang demikian adanya. Pasukan kafir mendapat laporan bahwa pasukan islam di bawah komando muhammad tengah mengadakan pengejaran. Abu sufyan merasa was-was dan ketakutan. Menhadapi pasukan muhammad takut kalah, langsung pulang ke mekkah takut di perolok dan di lecehkan kaumnya. Akhirnya abu sufyan sebagai pemimpin kafir membuat siasat tipu muslihat. Pasukan islam di suruhnya menunggu di suatu tempat karena akan di serang oleh pasukan kafir, maka berhentilah pasukan muslimin menunggu serangan, sedangkan pasukan kafir tetpa meneruskan perjalanan pulang ke mekkah. Dengan demikian berakhirlah perang uhud dengan kemenangan pihak kafir.

3.PERANG KHANDAK
            Perang khandak terjadi pada bulan syawal tahun ke-5 hijriyah/maret 627 M bertempat di sebelah utara kota madinah. Sebab rasa dendam kaum yahudi dari suku bani nadzir yang terusir oleh pasukan islam dari madinah tidak pernah padam, mereka berusaha menghasut kafir quraisy mekkah agar mau bersekutu dengan mereka untuk memerangi umat islam di madinah.

            Abu sufyan menyiapkan pasukan sebanyak 10.000 orang, yang merupakan gabungan beberapa suku, antara lain suku quraisy dan para sekutunya. Karena pasukan gabungan antara suku-suku yang memusuhi islam, maka perang khandak juga di sebut dengan perang ahzab.

            Sanak family rasulullah SAW yang masih tinggal di mekkah segera melaporkan kesiapan pasukan kafir tersebut kepada beliau, maka musyawarah pun di gelar dengan para sahabat muhajirin dan ansar. Masing-masing sahabat mengajukan usul yang brilian tentang teknik dan strategi perang kali ini, namun banyak di setujui forum adalah pendapatnya salman al farisi, yaitu dengan cara bertahan di dalam kota, namun hendaknya di dalam kota di pagari dengan parit-parit yang lebar dan dalam. Oleh sebab itu perang ini di namai perang khandak.

            Selesai musyawarah, rasulullah segera memimpin penggalian, beliau yang pertama kali menggali dan memecahkan batu untuk di angkat ke permukaan. Para sahabat segera mengikuti jejak beliau dengan penuh semangat. Kaum muslimin pada waktu itu sedang di timpa kesukaran di bidang ekonomi akibat perang yang berkepanjangan, para petani belum sempat bertani, para pedagang tidak sempat berjualan, para peternak juga kehabisan modal untuk membeli ternak baru, sebab ternak mereka habis di gunakan untuk keperluan jihad. Namun rasulullah SAW adalah seorang pemimpin yang luar biasa, beliau tahu kalau umatnya kelaparan dan kekurangan pangan, maka setiap seruan tidak hanya perintah tapi juga turut mengerjakan perbuatan tersebut. Begitu pula dalam pembuatan parit di perbatasan kota madinah.
            Akhirnya tidak lebih dari satu minggu, terbujurlah parit dari arah barat ke timur di kawasa kota madinah, sedangkan arah lain terdapat perkampungan penduduk dan kebun-kebun kurma, sehingga  kota madinah seolah-olah telah di bentengi. Pasukan islam telah di siagakan di kawasan barat dan timur kota madinah. Zaid bin haritsah membawa bendera muhajirin dan sa’ad bin ubadah membawa bendera ansar.

            Pasukan kafir telah sampai di lereng bukit uhud, mereka mengira bahwa pasukan islam akan menghadang mereka di tempat itu lagi, sebagaimana pada waktu perang uhud. Namun setelah lama dan bosan menunggu, akhirnya mereka bergerak menuju madinah.

            Sesampainya di gerbang kota madinah, mereka tercengang dengan taktik perang yang dilakukan kaum muslimin. Kota madinah telah di kelilingi oleh parit yang dalam dan lebar, lebar parit sepanjang empat meter dan dalamnya enam meter, sehingga menyulitkan mereka memasuki kota madinah. Untuk menunggu serangan dari pasukan islam, mereka mendirikan kemah di sekitar parit.

            Beberapa perwira kafir quraisy mencoba menerobos parit, namun ali bin abi tolib dengan sigap membantai mereka hingga tewas sebagian lari menyelamatkan diri. Perang tidak terjadi secara masal, melainkan hanya sekedar saling melempar panah dan tombak.

            Pasa saat-saat mencekam dan genting seperti itu, kaum yahudi dari bani quraidzah sengaja mengambil kesempatan dengan melanggar perjanjian, mereka bersekutu dengan kafir quraisy untuk membasmi kaum muslimin. Untung salah seorang tokoh Yahudi bernama Nu’aim bin Mas’ud telah masuk Islam secara sembunyi-sembunyi, sehingga tidak diketahui oleh kaumnya. Nu’aim segra menghada Rosulullah mengizinkannya dan ia pun segera melaksanakn tugasnya itu.

            Mula-mula Nu’aim bin Mas’ud menghadap kepala suku Bani Quraidzah dengan segala taktiknya, kemudian menghadap pembesar kafir Quraisy dan menyampaikan pendapat kepala suku Bani Quraidzah. Maka dengan bangga Abu Sufyan segera merencanakan penyerangan kota Madinah secara serentak pada hari sabtu, namun Bani Quraidzah menolak dengan alasan hari sabtu bagi mereka adalah hari terlarang utnk perang. Abu Sufyan mengancam akan menyerang balik Bani Quraidzah jika tidak mau bersekutu, namun kepala suku Bani Quraidzah tetap pada pendiriannya. Penyerangan atas kota Madinah pada waktu itu sangat dingin dan tidak bersahabat. Selama menunggu di sebrang parit, banyak  pasukan nkafir yang mati dan terkena penyakit malaria, sampai tiba “Waktunya Allah menurunkan Azab bagi mereka”.

            Angin berhembus kencang berupa angin puting beliung yang cukup besar, sehingga memporak porandakan perkemahan mereka, suasana terasa mencekam dan mengerikan, sampai akhirnya Abu Sufyan memutuskan untuk kembali pulang ke Mekah utnuk menyelamatkan diri sambil berkata “ini kutukan Muhammad”.

            Dengan pulang kampungnya pasukan kafir Quraisy, berarti perang Khandak telah selesai. Nabi dan para sahabat merasa dapat mengahdang musuh tanpa harus berpwerang, kesuksesan perang Khandak dilukiskan dalam Al-Quran sebagai berikut :
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadamu, ketika bala tentara yang tidak pernah terlihat olehmu”. (Q.S Al Ahzab:9)
4. PERANG BANI QURAIDZAH
            Seperti tak pernah mengenal lelah, nabi dan para sahabat segera mengambil langkah-langkah penting untuk menegakkan agama Allah. Musuh yang jauh telah diruntuhkan, sedangkan musuh yang dekat lebih gawat dan berbahaya. Maka setelah perang Khandak usai, Nabi dan para sahabat segera melakukan perhitungan terhadap kaum Yahudi Bani Quraidzah yang melanggar perjanjian dengan kaum Muslimin.

            Nabi dan pasukan Muslim segera berangkat menuju perkampungan Bani Quraidzah, untuk mengepung kampung Yahudi tersebut sebagai balasan atas pelanggaran yang dilaksanakannya. Ali bin Abi talib diperintahkan untuk berangkat lebih dulu melakukan pengintaian. Sesampainya di kampung, Ali melihat tokoh penghasut dan penghianat yahudi bernama Huyal bin Akhtab sedang berbincang dengan tokoh lainnya. Merasa diperhatikan oleh Ali, mereka mengeraskan suaranyayang intinya menjelek-jelekan Nabi Muhammad SAW. Ali merasa geram dan datang ke kampung tersebut. Maka kampung Yahudi Quraidzah dikepung . selam bebrapa hari mereka tidak bisa kontak dengan masyarakat luar, dan suasana kehidupan mereka menjadi gawat. Akhirnya mereka melakukan negoisasi dengan pasukan Islam. Berbagai usulkan mereka ditolak Nabi, kecuali usulan yang terakhir, yaitu mengangkat hakim dari suku Aus yang dipilih oleh mereka sendiri.

Maka disetujuilah Sa’ad Mu’adz seorang pemuka Aus yang dulu pernah diutus oleh nabi agar dinasehati kaum Yahudi Bani Quraidzah untuk tidak melanggar perjanjian dan mereka menolak dan mereka bahkan menjelek-jelkan Nabi dengan perkataan yang kotor dan nista. Kini Sa’ad itu pulalah yang mereka tunjuk sebagai pengambil keputusan terhadap mereka.
Mula-mula sa’ad meminta semua pihak dapat mentaati keputusannya, semua pasukan menyetujui dan menyatakan siap. Sa’ad mulai mengambil langkah-langkah, yaitu :
Pertama : semua pasukan Yahudi berkumpul ditengah kedua pasukan yang berhadapan dan meletakkan senjata. Pasukan Yahudi pun segera mentaati putusan Sa’ad, mereka berbondong-bondong menuju tengah lapangan dab meletakkan senjatanya. Setelah semua senjata terkumpul, Sa’ad mengeluarkan putusan berikutnya.
Kedua : semua pasukan laki-laki dewasa dihukum bunuh sedangkan perempuan dan anak-anak menjadi tawanan.
Meskipun keputusan Sa’ad terasa pahit oleh kaum Yahudi, namun mereka menyadari betapa besar kesalahan yang telah mereka lakukan terhadap Nabi dan Umat Islam. Sehingga mereka rela menjalani hukuman tanpa perlawanan.

Sedangkan Rosulullah SAW sendiri merasa bangga dengan keputusan Sa’ad, seraya beliau berkata “ Demi yang menguasai diriku, Allah dan orang-orang yang beriman menerima keputusan itu pula aku perintahkan”.

Demikian sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dalam rangka menegakkan Agama Islam, kebenaran, keadilan dan keimanan. Mereka tidak merasa gentar menghadapi musuh sekuat apapun, karena didalam hati mereka terdapat keimanan dan keyakinan yang kuat terhadap Allah SWT. Demi tegaknya Agama Islam, mereka rela berkorban pikiran, tenaga, harta benda bahkan jiwa dan raga.

B. PROFIL DAKWAH ROSULULLAH SAW PADA PERIODE MADINAH.
Setelah hijrah ke Madinah, Rosulullah SAW segera mengubah arah dan strategi dakwahnya. Sebab profil masyarakat Madinah dan sekitarnya berbeda dengan masyarakat Mekah yang dihadapi sebelumnya. Perubahan arah dan strategi dakwah beliau tersebut, menjadi profil tersendiri bagi perjalanan dakwahnya di Madinah.

Selam lebih kurang 10 th, Rosulullah SAW berdakwah di Madinah dan berjalan dengan sukses, sehingga Agam Islam dapat kita terima seperti sekarang ini. Kesuksesan beliau itu dapat kiat kenali dari profil dakwah yang dibawakannya selama di Madinah, yaitu antara lain :
  1. menjadikan setiap kaum muslim bersaudara sesama muslim, tanp[a membedakan asal suku, bangsa, bahasa, budaya maupun lainnya. Seperti hal nya yang dilakukan beliau terhadap kaum Muhajirin dan kaum Ansar.
  2. bersikap tegas terhadap musuh dan berkasih sayang kepada sesamanya.
  3. bersikap toleran terhadap kaum Kafir yang tidak mengganggu dan mengancam keselamatn kaum muslimin, seperti halnya yang dilakukan beliau terhadap pemeluk agama Yahudi di Madinah.
  4. menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk keutuhan bangsa dan negara.Hal itu dilakukan beliau dengan membuat piagam Madinah yang isinya adalah peraturan perundang-undangan ketertiban warga Madinah.
  5. bersikap adil dan bijaksana klepada semua orang, baik kawan maupun lawan, sehingga pribadinya disegani dan dihormati oleh semua orang.

C.SUBSTANSI DAN STRATEGI DAKWAH ROSULULLAH SAW PERIODE MADINAH.
Di atas di kemukakan bahwa setibanya di Madinah, Rosulullah SAW segera mengambil langkah-langkah strategis untuk melakukan dakwah Islam di wilayah itu. Langkah-langkah strategis beliau ntara lain :
  1. membenahi persatuan umat Islam
  2. membenahi bidang politik dan pemerintahan
  3. membenahi persatuan bangsa Madinah
  4. membenahi sosial ekonomi umat Islam

Langkah-langkah itu menghantarkan dakwah Islam menjadi sukses, sehingga agama Islam sampai kepada kita, meskipun melalui proses waktu yang sangat lama. Kegigihan dan kejeniusan Roulullah SAW dan para sahabtnya sangat mendukung bagi9 keberhasilan dakwah Islam pada waktu itu. Betapa mereka harus berjuang secara total dengan segala harta dan jiwa raga, namun mereka tetap tabah dan tidak pernah menyerah. Sampai akhirnya agama Islam mendapat tempat di kalangan masyarakat luas, bahkan dapat melintasi berbagai benua.

Strategi dakwah Rosulullah SAW di Madinah mengacu pada satu fokus, yaitu menyebarluaskan syi’ar agama Islam ke berbagai penjuru dunia. Maka dakwah diarahkan kepada perluasan wilayah untuk penyebaran gama Islam. Sesungguhnya, kaum muslimin pada waktu itu, bukanlah prajurit perang, melainkan para mubaligh dan da’i yang di periuntah Allah dan Rosul-Nya untuk menyebarkan agama Islam di muka Bumi. Hanya saja, tidak sedikit diantara manusia yang menentang dan melawan seruan dakwah mereka. Sehingga mereka harus mempertahankan diri dan sekaligus memberikan pelajaran atas kesombongan dan kedzaliman yang mereka lakukan di muka bumi.

Dengan demikian, substansi dakwah rosulullah SAW selama periode Madinah adalah perluasan wilayah dakwah, bukan wilayah kekuasaan. Sebab Rosulullah SAW tidak diutus untuk menjadi penguasa atau raja, melainkan sebagai Nabi dan Rosul-Nya.



D. MENELADANI STRATEGI DAKWAH ROSULULLAH SAW PERIODE MADINAH
Setelah kamu memahami strategi dakwah Rosulullah SAW periode madinah, hendaknya dapat meneladani dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari :
  1. Jadikan Rosulullah SAW sebagai idola dalam kehidupan kamu.
  2. Baca dan pahami sejarah dakwah Rosulullah SAW sejak mulai di utus sampai khir hayatnya
  3. tanmkan keyakinan dalam hati bahwa meneladani akhlak dan strategi dakwah Rosulullah SAW adalah ibadah, sebab secara keseluruhan akhlak beliau adalah mulia.
  4. tanamkan keyakinan bahwa setiap muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah, yaitu mengajak kepada bkebaikan dan meninggalkan keburukan.
  5. mulailah meneladani strategi dakwah Rosulullah SAW sekarang juga.

2 komentar:

  1. menurut anda apa pendapat tentang keteladan rasul saw??

    BalasHapus
  2. thanks y..atas berbagi ilmunya..?? smg brmanfaat dan berkah..

    BalasHapus